Assalamualaikum, wr, wb
Alhamdulilah, puji syukur kehadirat Allah SWT semoga kita semua senantiasa mendapatkan rahmat dan karuniaNYA. Amiin
Suatu hari saat saya SMP ada kejadian seorang pembantu yang salah mengambil raport seorang anak karena dia lupa dengan nama lengkap anak majikannya, ternyata ada dua nama siswa yang sama.
Hingga saya menjadi seorang guru ada saja orangtua yang merasa tidak sempat mengambil raport anaknya dengan berbagai alasan. Padahal, mengambil raport hanya satu kali dalam satu semester atau dua kali dalam satu tahun.
Mengambil raport kan tidak setiap bulan. Apa salahnya kita sebagai orangtua menyempatkan diri. Apa salahnya meluangkan waktu sebentar untuk mengambil raport ananda. Sebab sesungguhnya mengambil raport memiliki banyak manfaat bagi orangtua dan anaknya.
Pertama :
Silaturrahim, salah jika ada orangtua yang merasa selesai dengan menitipkan anaknya ke sekolah. Orangtua perlu silaturahim dengan guru dan sekolah. Mengenal guru yang telah mendidik anaknya. Apa salahnya tanya kabar, sedikit mengenal tentang guru, terutama wali kelas. Seorang wali kelas akan senang sekali dengan kedatangan orangtua.
Kedua :
Untuk mengetahui kondisi anak di kelas. Orang tua perlu mengetahui informasi tentang anaknya di sekolah. Apakah sesuai perilaku anak di rumah dengan di sekolah. Ada anak yang sopan di rumah, menunjukkan sikap patuh di rumah, namun bisa berbeda ketika di sekolah. Jadi orangtua dapat informasi utuh dan yang sebenarnya mengenai anaknya ketika di sekolah.
Ketiga :
Sayang anak, bentuk perhatian orangtua kepada pendidikan anak. Wali kelas akan mengecek ke anak, kenapa orangtuanya tidak hadir mengambil raport. Dapat dibayangkan perasaan anak, jika orangtuanya tidak pernah datang ambil raport. Ini sebagai bentuk perhatian orangtua kepada anak dan bentuk sinergi orangtua ke sekolah.
Salah satunya adalah dengan datang ke sekolah saat pengambilan raport. Disana, komunikasi terjalin antara guru dan orangtua. Sinergi inilah yang cukup membantu dalam mengupayakan pendidikan yang tepat untuk anak. Hingga saat ini, tulisan ini dibuat berdasarkan perasaan saya jika menjadi seorang anak yang tidak pernah dapat melihat hasil belajarnya pada setiap semester.
Mari bersama (Guru, Murid dan Orangtua) bersinergi untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas untuk sang buah hati. Mohon maaf apabila ada kata kata yang salah dan menyinggung. Karena yang benar datangnya dari Allah SWT dan yang salah datang dari penulis.
Terimakasih.
Wassalamualaikum, wr, wb
Ibnu Ediyuono
Posted in:


0 komentar:
Post a Comment